Langsung ke konten utama

Duka Photo Activity Indoor Dengan Kamera Canon EOS 5D Classic

Mau share nih pengalaman dapat client di Balikpapan kemarin, Awalnya sih Cuma bilang photo Activity gitu doang. Jenjeng setelah ditempat ternyata ane kaget banget photo Activity di Indoor udah gitu Ballrom yang digunakan sempit dan minim cahaya banget, keringet dingin di hari pertama udah gak bisa terelakkan. 
Gua bingung Shutter Speed kamera harus bener – bener cepet, Sedangkan Aperture Lensa Mentok 3.5 karena pakai lensa 28-135 F3.5-4.5 IS USM, apalagi kalau buat zoom waduh makin gelap aje, apalagi gua pakai kamera 5D Classik yang emang dibuat untuk kamera outdoor, pakai flash aksternal juga gak mungkin. Perlu di ketahui, etika untuk photo Activity diusahakan photographer tidak menjadi pusat perhatian. Apalagi ini event training yang seharusnya pusat perhatian adalah trainernya. Yah mau gak mau harus gedein ISO yang ada, sampe level H (ingat kamera 5D classik bisa diatur ke level H atau High ISO, karena memang menu bawaan 5D Classik, ini yang bikin istimewa 5D) . 

Akibatnya hasilnya gak maksimal ada banyak gambar yang noise karena terlalu besar ISO yang dipakai.
Di hari pertama, ketika udah selesai acara malam harinya ane sengaja gak ikut pak Bram, Pak Bram ini Client ane, beliau adalah orang no. 1 bagian marketing Bank Mega, tahukan Bank Mega?, punyanya Pak Choirul Tanjung ituloh, yang punya Trans Corp. Biasanya Pak Bram ini di Colab sama Helmi Yahya, ituloh artis yang jadi anggota DPR. Nah akhirnya gua putusin searching di kamar hotel. Karena lumayan juga di kamar hotel langsung ngadep laut lepas jadi gak jenuhlah selama dikamar.
Oke akhirnya karena ane bawa peralatan kamera yang minim, dan tidak diperuntungkan untuk photo Activity Indoor, cara mengatasinya adalah tukang photo harus ikut bergerak selama pemotretan, jadi kamera dan mata photographer harus mengikuti pergerakan objek ketika menagkap objek gerak, dilakukan untuk memaksimalkan Shutter Speed agar memperoleh pencahayaan yang lebih maksimal, karena di dukung Image Stabillizer di lensa jadi lebih mudah.
Oke di hari kedua dan hari ketiga, sedikit legalah. Dan yang terpenting ketika malam hari gua bisa jalan – jalan. Ahahahahahaha (ketawalepas)
Tarik kesimpulan dah, kalau emang mau photo Activity Indoor. Jangan seperti nasib ane,hehehe. Loe harus bener - bener tahu, Acara apa yang loe photo?, karena mempengaruhi penggunaan flash eksternal kalau di photo pernikahan atau clubbing monggo aja pakai eksternal flash tapi kalau training atau konser musik loe harus mikir ribuan kali buat pakai eksternal flash, yang kedua loe harus liat pencahayaan tempatnya, jujur ane gak tau tempatnya kayak gimana pas diminta photo’in. Tempat dan pencahaan ini mempengaruhi lensa dan Body kamera yang akan loe bawa nantinya. Kalau kasusnya kayak ane mending bawa kamera 24-35mm F2.8 biar maksimal ataupun kalau lebih ciamik bawa 70-200 L Series F2.8 hehehehe, kalau mampu beli ngapain gak. Body usahakan yang ngedukung penggunaan ISO tinggi seperti 5D mark II atau seri diatasnya. Yang ketiga lihat bayarannya berapa hehehe. Kalau sekedar hobby monggo aja tapi yang jadi profesi itukan buat nyambung idup loe.
Itu yang dapat gue share moga berguna bagi kalian – kalian yang mainan photo Activity Indoor


Prosesi photo bersama client di Quest Hotel Balikpapan


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rekomendasi Membuat YearBook (Photo Album Kenangan Sekolah) di Nganjuk dan Jombang.

Curhat, Prosedur Pendakian Gunung Raung Terbaru

Tempat Ngopi Spesial di Kertosono