Langsung ke konten utama

Tempat Ngopi Spesial di Kertosono

Tanggal 28 Desember 2017, tinggal 3 hari lagi udah ganti tahun, ane sendiri udah  berhenti sementara kerja di Konveksi dan Sablonan, pemberkasan para dosen juga jarang ditempat cuma bisa chat via WA masing - masing. Ane sendiri sekarang dikontrakan juga gak ada siapa - siapa maklum mereka pada liburan, mau ke rumah keluarga di Sruni Sidoarjo sama aja disana gak ada siapa - siapa. Maklum budhe pekerja, jadi kalau siang erja baru balik habis magrib, balik kerja lagi jam 7 pagi.

Kalau stuck kayak gini biasanya ngerjain job photo, atau maianan photoshop, AI atau desain visual lainnya. Tapi berhubung yah gak tau hawanya males aja. Mau pulang ke Kertosono sendiri temen - temen pada mulai keluar kota nyambut tahun baruan.

Kadang kalau ane males kayak gini ngopi, yah ini ada tempat biasanya ngopi yang enak cita rasanya. Bukan kayak postingan ane sebelumnya loh!!!!!. Kopi yang beliau racik enak banget menurut ane sih, Gua panggil beliau karena emang udah tua banget, sempet dapet cerita beliau udah buka ketika ane kelas 2 SD sekitaran tahun 2002, bujung buset gua sendiri aje belum tau ritual ngopi tahun itu, tapi ada juga yang bilang zaman reformasi udah mulai buka, Wah apalagi ini, gua masih ingusan kali.

Mbah ten, Kerap dipanggil demikian, tempat tinggalnya yang dijadikan sekaligus warung, lebih mirip Pawon dalam bahasa jawa yang berarti dapur, tidak ada tempat duduk atau makanan selingan seperti gorengan, karena memang benar - benar yang dijual Kopi doang

Masalah harga cuma 2000 rupiah, dua ribu rupiah, untuk gelas ukuran tanggung dan 1500 rupiah untuk gelas kecil, untuk mendapatkan gelas kecil tidak semua orang bisa memesannya biasanya hanya diberikan kepada petani sekitar yang akan berangkat kesawah.

Untuk Tempat, kalau yang punya Google Maps bisa buka "Warung Kopi Mak Ten Kertosono, Nglawak, Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur 64394", Kalau yang gak punya kuota, nih ancer ancernya nya, dari Arah Surabaya. Sampai di lampu merah Kertosono Jalan terus sampai nemu Jembatan Klinter jembatan ini terletak setelah pabrik kertas, Sebelum jembatan ada gang terakhir kiri jalan masuk aja. Setelah masuk gang ada gang pertama masuk ke kanan. udah mentok aja. Rumahnya gak seperti warung. Kalau sepi berarti tutup kalau rame monggo silahkan pesen hehehe.

Untuk jam buka ini tidak menentu, karena beliau buka seenaknya hati, walaupun bukanya seenak hati, tidak pernah sepi. Bahkan kadang kalau udah lama tidak buka dan sekali buka, biyuh, langsung rame dah. Beda dari kebanyakkan kedai/warung kopi, kalau kedai kopi/warungkopi gak buka, pelanggan akan semakin sepi. Ouh ia jam bukanya biasanya mulai habis shubuh sampai bubuk kopinya habis, jadi tidak ada jam pasti tutupnya kalian harus cepet-cepetan dengan pelanggan lainnya

Masalah cita rasa, ini permasalahannya, kalau saya bilang enak, karena kopinya rasanya segar, gilingannya kasar sehinnga gak semua kafein larut gak bikin begah, Rasanya legit yah emang legit karena setelah disangrai aja langsung diakasi gula, Tematnya juga nyaman. Jangan harap kalian duduk duduk dibangku seperti warung pada umumnya, kalau di mbahten ini kalian bisa pilih duduk diteras rumah, duduk pinggir sugai, suasanya juga lebih nyaman kalau ngopi bareng temen - temen kalian. Ouh ia disini kopinya kenthal banget dan manis, Cocok buat kalian yang suka Nyete pakai rokok

Gak hanya warga kertosono aja yang ngopi disini, banyak yang dari Jombang, Kediri, Nganjuk bagian Barat, bahkan orang - orang yang perjalanan jauh melewati kertosono disengaja mampir kesini cuma buat menyeduh segelas kopi disini.
Porsi gelas tanggung.

Peraturan Ngopi disini : Gak boleh bawa cewek (Peringatan Keras), mungkin Mbah Ten gak mau kesaing yah kecantikkanya yang sudah menginjak kepala 6, yang kedua gak boleh mencampuri kopi yang sudah disajikan dengan susu atau sebagainya, kalau ketahuan piring bisa melayang ke muka wwkwkwkwk, tapi beneran. Disini gak ada Wifi jadi bawalah temen - temenmu yang asyik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rekomendasi Membuat YearBook (Photo Album Kenangan Sekolah) di Nganjuk dan Jombang.

Curhat, Prosedur Pendakian Gunung Raung Terbaru