Langsung ke konten utama

Asa dari Prostitusi #3

Aku mulai membersihkan diri di kamar kontrakkan yang mulai sepi karena semua mahasiswa libur, setelah mengajak mereka Bara dan Izka   berkeliling di taman. Di otakku hanya Bu Widia, siapa sih bu Widia?, Aku rasa itu ibu dari Bara dan Izka. Itu hanya dugaanku saja ceplos ibu - ubu penjual minuman di taman tadi.

Badanku yang mulai letih, aku tidurkan tanpa ada sebaris disertasi yang aku selesaikan hari ini. Hingga pagi datang aktifitasku untuk bimbingan seperti biasanya. Perlahan aku mulai bisa mengungkapkan masalah - masalah kepada dosen pembingku. seakan aku aku kalut dari segala apa yang beliau pinta. Kini seakan aku melimpahkan beberapa masalahku dalam disertasi kepada beliau karena beliaulah yang ingin disertasiku sempurna. Aku pulang ke kotrakkanku dengan raut senyum sedikit gembira karena bimbinganku hari ini penuh dengan penyelesaian masalah. Tak ada lagi tuntutan kini berbalik dosen pembimbingku membantuku menyelesaikan masalah.

Selesai sudah kisahku hari ini, Aku masih teringat dengan Ibu Widia. Seperti biasa aku mandi dahulu sebelum berangkat keluar, kali ini aku membewa beberapa bungkus mie instan favoritku dan 3 bungkus kopi, maklum aku ini anak perantauan walaupun bisa makan makanan mewah tapi mie instan seakan tak akan pernah terkalahkan karena dibalik makan tersebut ada cerita perjuangan.

Tetep celana lusuh kesayang yang gua pakai, ke taman kemarin. Sengaja gak ngajak Izka dan Bara. Gue pengen tahu siapa sih Bu Widia. Tak lama basa basi dengan si Ibu penjual minuman di taman. Akhirnya gue sedikit mengetahui informasi tentang siapa itu Ibu Widia, Ibu Widia adalah Ibu dari Bara dan Izka yang kini telah meninggalkan kedua anaknya setelah penutupan prostitusi ini.
Namun Ibu penjual minuman ini tak banyak tahu tentang informasi Ibu Widia ini, Beliau hanya tahu ibu Widia adalah salah satu primadona disalah satu bedeng asrama prostitusi disini.

Setelah itu aku diberikan beberapa informasi orang - oran yang mengenal Ibu Widia dengan baik, salah satunya adalah gembong semang yang dulu menangungi Ibu Widia. Okelah mungkin lain waktu saja aku menemuia Gembong Semang Ibu Widia.

Kali ini aku ingin pergi kerumah Izka dan Bara untuk mengajak Mie dan Kopi yang telah gua bawa tadi...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Fenomena Wisata Kelamin di Songgoriti Batu

Rekomendasi Membuat YearBook (Photo Album Kenangan Sekolah) di Nganjuk dan Jombang.

Curhat, Prosedur Pendakian Gunung Raung Terbaru