Tampilkan postingan dengan label Potongan Hidup. Tampilkan semua postingan

Merayakan Kehilangan #sadStory

Play dulu biar makin Syahdu ๐Ÿ˜Œ๐Ÿ˜ž
Hmm, Udah lama banget gak posting. Terakhir postingan "Asa di Prostitusi bagian 3", yah emang di masa  Quarter Life Crisis emang banyak banget yang terpikirkan, bikin hati pikiran dan tenaga terkuras #sedihNyesek. ๐Ÿ˜ฃ๐Ÿ˜ฃ

Kali ini sedikit cerita tentang kehidupan akhir - akhir ini, wkwkwkw about asmara. Maklum udah lama banget yak, ane gak pernah berasmara #ngakak,๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚ir gue sendiri udah sengaja sendiri mulai lulus sekolah SMA sampe umur 25 sekrang, dulu sih pernah pacaran tapi ada sahabat gue yang nasehatin, akhirnya gue putusin cewek gue karena tau bukan hubungan yang sehat.

Empat bulan atau lima bulan dari cerita ini gue tulis, gue deket sama cewek, You know?, sebenarnya sih udah lama kenal, cuma gak sedeket ini, Seiring berjalannya waktu dan kecocokan yang ada, memutuskan untuk melakukan prosedural menikah sesuai anjuran. Hehehe ini cewek kedua yang mau ngajak Gue nikah, cewek sebelumnya gue #goblokbanget pokoknya (hahahhah) ya gua gak mungkin deh karena gue sadar diri gue rakyat jelata wkwkwkwkw.

Oke back to story, gue sama doi yang ngajak nikah ini atur strategi, gue siapkan mental dan persiapan. mulai dari keluarga gue dll, hmm gue juga udah minta nasehat ke sahabat gue yang kebetulan gue manfaatin penglamannya dan ilmunya, karena gue sendiri gak penglaman dan ilmu kurang banyak. #nangis๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ

Semua berjalan sesuai rencana hingga gue sama doi sepakat untuk bilang ke pengurus, jebret semua informasi masuk kepengurus, si doi bilang, langsung aja sebut nama gpp,  nah sedangkan nasehat temen gua, untuk merahasiakan dulu namanya. Tapi kenyataan dilapangan gua di pojokin untuk menyebut namanya, hampir 3 kali loh gue di tanya, hmm di tengah sepinya suasana, gue bilang sama hati kecil ane? "Waduh gak bisa nih kabur langsung?", ya udah akhirnya sesuai rencana doi "bilang nama" dan akhirnya lah terlontar nama, Bommmmm!!!!!!, gue sedikit menyesal karena gak sesaui rencana.

Akhirnya pihak kelurga doi di hubungi pengurus , dan sesuai rencana gue sama Doi mau menyakinkan keluarganya Doi, Kenyatan bertakata lain ternyata, kemungkinan terburuk yang kita pikirkan terjadi.

Malam setelah gue ada acara di sebuah rumah ibadah, gue mulai merasakannya, teman gue mulai dingin, eh btw temen gue ini kakaknya hehehe, Mulai dingin sikapnya ama gue, gak sehangat seperti  biasanya. 

setelah beberapa saat gue di hub. ama Doi, jeng - jeng.๐Ÿ˜– doi bilang sembab matanya, dan itu pertanda bukan baik, tak ada izin dari keluarga untuk melanjutkan ke jengang selanjutnya. #sedihsih tapi gue sok tegar aja.

sehari dua hari, setelah itu mulai mendinginkan hati masing - masing, eh btw sebelum postingan ini gue tulis, pengurus belum bilang, bisa diteruskan atau tidak hub. ini, tapi karena gue udah punya bocorannya #YaSudahlah๐Ÿ˜ฅhehehe.

Sekarang gue sudah mulai dingin, bahkan keluarganya mungkin ada rasa canggung terhadap cerita ini, anjir benerkan. Pagi dari kepagi gue tetep berkumpul dengan keluraganya. TApi suasana mulai sedikit dingin dan canggung. #nyesek๐Ÿ˜žih selain gak dapat izin gue kehilangan sahabat, eh bukan kehilangan sahabat sih. Kehilangan sesuatu dari mereka You Know, I can't explain in my Story. ๐Ÿ˜ž

Semoga jadi pembelajaran, about story ini, niat baik kami, gue bilang masih belum dapat izin keluarga doi, gue bilang masih belum dapat izin, karena pengurus belum mengambil keputusan, dan gue bisa bilang gak dapat izin karena Doi sendiri yang bilang.

Hmm aku dan doi sekarang lagi merayakan kesedihan, mungkin juga merayakan kehilangan juga sih. dari sini untuk terus berbuat lebih baik. tak lupa untuk berdoa yang terbaik, karena dengan Doa kepada Tuhan, pasrah dari semua urusan. Jangan menyalahkan orang lain dalam masalahmu, maybe itu karena kesalahanmu, tetep koreksi diri dan menerima kekuranganmu. ๐Ÿ˜

And please, jangan pernah melakukan pelanggaran syariat dalam hubunganmu, jika gak mau kayak film "Dua garis biru" ๐Ÿ˜ฃ

Ad hikmah yang harus dipetik dalam setiap cerita. maybe aku terlalu gegabah dan gak sabar, dalam setiap rencana aku sama doi.

Keep strong guy, semangat ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜

Rabu, 17 Juli 2019

Hal yang Dialami di Quarter Life Crisis

Sebelum menulis artikel ini ane, menghela nafas panjang banget, yah panjang banget. Karena beberapa peristiwa ini mungkin semua orang akan melaluinya, yah kalau bisa di skiplah, Quarter Life Crisis, adalah problematika seorang pemuda di usia sekitaran 25 tahun. Banyak permasalahan mulai datang, mulai dari karir, asmara, pendidikan, bahkan mungkin rumah tangga.

Yah ane gak mau jauh - jauh bahas teori Quarter Life Crisis, ane sendiri sebenarnya mau share pengalaman aja dan beberapa tindakan yang ane ambil.

Tak ada waktu luang untuk berleha - leha seriring berjalanya waktu, Nah berikut ini Quarter Life Crisis yang mulai gua alami.


 1. Mulai bingung untuk melanjutkan karir ataupun pendidikan.
Semenjak lulus kuliah dulu bulan April, wisuda 92 Unesa di GOR Bima Surabaya, ane mulai goyah dengan beberapa pilihan karena tahu sendiri, setelah lulus apa yang harus dilakukan?. Ane sendiri sekarang bekerja di sebagai tenaga pendidik di SMKN 1 Kertosono. Mungkin disini ane harus mencari pengalaman yah atau gimana, sementara itu berusaha menikmati kehidupan disini.

2. Mulai tak ada waktu menjelajah Alam dan Semesta.
Lebay banget yah menjelajah alam semesta wkwkwkwkw, tapi emang ia kenyataan demikian, untuk naik gunung aja sekarang sudah sangat sulit mencari waktu luang, beberapa target gunung di Jawa Timur terlewatkan begitu saja di tahun 2018, tak ada kwalitas perjalanan selama perjalanan yang dipaksakan. Ambisi - ambisi perjalanan yang lebih menantang di alam akan sulit dilakukan ketika sudah menikah, karena nantinya bakalan tersita oleh keluarga. Faktor ke khawitaran keluarga juga semakin besar. dari hal tersebut ane mikir beberapa perjalanan yang menantang harus dilakukan sebelum menikah.

3. Kembali ke Keluarga.
Mungkin  seharusnya, sebagai anak yang harus berbalas budi kepada orang tua, setidaknya setelah bekerja dapat membantu kedua orang tua, entah itu bagaimana caranya. Ini juga menjadi dilema. Walaupun emang ane sendiri sudah mandiri sejak SMA. Namun memasuki Quarter Life Crisis ini level sudah semakin bertambah, tak cukup diri ini mandiri, tuntutan membantu keluargapun lebih. Masalah keuangan sangat riskan. Dari masalah ini, akhirnya beberapa bisnis yang ane jalankan harus gua oper sendiri, karena sempat beberapa bulan sharings cost dengan teman ane, harus diketahui karena sharing cost hasil harus dibagi sama rata, yah ane sendiri gak masalah tapi tuntutan untuk membantu keluraga makin besar, apalagi adik sekarang sudah mulai kuliah di Jakarta. Ane sendiri harus punya keuangan sendiri, bantu bulanan, bahkan uang saku. Adik kedua juga mau ke Magelang otomatis menambah pengeluaran, walaupun emang itu kewajiban orag tua, setidaknya ane sendiri bisa sebagai pertolonagn pertama ketika dibutuhkan.

4. Wanita Pendampingmu Minta Segera di Halalkan
Nah ini buat loh yang banyak - banyakin waktu buat pacaran, wkwkwkwkwkwkwkwkwkw, si orang tua cewek pasti banyak nanya kapan si doi dilamar. Ouh ia dulu gue emang pernah pacaran sih sekitar 4 tahunan, karena dinasehatin teman ane kalau bangun keluarga lewat pacaran sama aja bom bunuh diri. Maksiat pasti, rezkipun tak barokah. Benar juga ane itu terbukti ketika ane udah mulai tak melakukan hal khalwat rizkipun alhamdulillah. Apalagi memasuki Quarter Life Crisis ini. Godaan wanita makin tinggi, yah wanita mana yang gak baper ketika gua ajak naik gunung, hehehehehe bangsatkan gue, tapi gak gua pacarin. Apalagi kalau ada cewek yang udah punya pacar tapi masih sering kode - kode njir. Ane sendiri berusaha menjaga diri entah gimanapun. tapi di point ini Alhamdulillah gak semua orang ada beberapa orang pengecualian termasuk ane.

5. Membuat Skala Prioritas Lingkungan dan Merekonstruksi Lingkungan.
Di point ini emang sebenarnya berat sih ane tulis, tapi kata bang Dady Corbuzer di akun Youtubenya "kalau loe gak berani?, ngapain bersuara?". Di point ini loe harus bisa membuat skala prioritas dalam kehidupanlo, untuk apa loe hidup, untuk siapa loe hidup, dan mengapa loe hidup, apa yang loe inginkan dari hidup, bagaimana loe mau menjalani kehidupan lo harus pikirkan. Sedangkan merekonstruksi lingkungan loe harus bisa pandai - pandai memilih teman, loe pengen ahli komputer yah loe kumpul dengan orang yang pinter komputer, loe pengen bisa kuliner loe yah kumpul sama orang ahli kuliner, loe pengen tahu agama berkumpul dengan mereka yang banyak tahu tentang agama. Loe gak boleh egois terhadap diri loe sendiri. Loe boleh bereteman siapa saja, tapi ingat merekonstruksi lingkungan kehidupan loe.

6. Tuntutan pekerjaan semakin besar seiring berjalannya waktu.
Kalau ini sudah jelas, tanpa panjang lebar pekerjaan menyita sebagian besar waktu kita, tapi tergantung lo ngatur dan menikmatinya. Ane sendiri harus membagi anatar bisnis dan mendidik di sekolah, capek banget beneran capek banget. Ane sendiri selalu tidur pagi beberapa bulan ini karena kesibukkan bisnis dan sekolah. bahkan nulis artikel ini ane lakukan ketika pukul 2 pagi. :)

Itulah beberapa hal yang akan loe alami di usia 25an (Quarter Life Crisis ). Meski kedengarannya agak berat untuk dijalani, tapi ketahuilah bahwa semua itu nggak perlu berlebihan untuk dikhawatirkan, sebab insyaallah segalanya akan dimudahkan jika kamu menjalaninya dengan sepenuh hati dan keikhlasan. Kamu nggak perlu takut, semuanya hanya sebuah fase dalam kehidupan.

Semoga menginspirasi kamu bagi yang membaca :)
Kamis, 03 Januari 2019

Hadiah dari Prostitusi di Perantauan.

Djiancok, Biadab, MuBang, Anjing, gua mau nulis semua kalimat sarkas entah loh seneng apa gak, terserah gua gak peduli Anjing..!!!!.

Huft, semua memang ada masanya, udah yah sorry gua agak kesel banget beberapa bulan ini, menjalani Quarter Life Problem. Semua menumpuk. Mulai dari kehidupan pribadi, pendidikan yang gak bisa lanjut, Bisnis yang harus tersendat, wtf gua nambah lingkungan baru yang kali ini ketemu berbagai jenis sifat. Yah gua aja kumpul sama yang seiman masih ada masalah. Apalagi yang tak seiman.

Huft kadang gua capek aja, Udah tiga bulan ini terhitung sebulan sebelum keluar dari kontrakan. Pasca keluarpun masih bertambah, perubahan sikap - sikap sekitar. oke gua cuek aja toh saya yakin mereka akan selalu positive thinking.

Nah lingkungan baru ini, adalah sebuah instansi pendidikan di dekat rumah gua, Kalaupun gua gak punya tanggung jawab terhadap beasiswa yang gua makan pas kuliah, pasti gua ngelanjutin bisnis sembari yah maybe kuliah lagi.  Tapi apalah, Ok gua skip untuk "rasan - rasan" (Membicarakan orang lain) karena gua sendiri males dan bukan type gua banget membicarakan orang lain.

Oke sekarang yang mau gua mau ceritakan adalah beberapa siswa didik gua, Ajir gua ketemu lagi beberapa siswa yang degradasi Moral. Njir jadi wanita murahan WTF. entah gua gak tau, jual badan atau karena senang - senang?. Haduh niatan gua mau berhenti dari konseling prostitusi koq mulai ilang lagi *NyesekNjir

Ouh ia gua dulu selama jadi mahasiswa di Surabaya ikut membantu temen gua buat project buka  profile Dolly, ntah tapi kemana temen gua sekarang itu kadang gue juga sedih (Semoga aku dan dia dipertemukan di jamuan kopi yang hangat). selama itulah ane mencari informasi tentang Dolly dan segala jaringanya tanpa sepengetahuan teman gua. Gua mulai ada obsesis kala itu untuk menuliskan secara detail rundown buku yang entah siapa yang membuatnya.

Hingga seketika ane masuk satu Jaringan prostusi, dimana ada beberapa teman - teman gue ternyata disitu, bla bla bla. Yang intinya di jaringan itu sebagai penampungan beberapa "Korban" pergaulan bebas dan pintu ke dunia prostitusi. Oke berhenti dari sini.

Balik ke cerita awal, ane kerja sabagi tenaga pendidik. Gua ketemu objek lagi, Njir siswa gua sekarang ada beberapa yang udah mulai menampakkan kehidupannya. Kadang gua tertarik sama kehidupan mereka sebagai objek buku ane, entah siswa ane ini masuk jaringan atau masih tahap awal yang masih sporadis, karena dulu ane pernah penelitian apabila objek tidak mengenakan tarif penelitian tidak bisa dilajutkan karena ada batasan masalah mengenai prostitusi.

Lah kalau ini siswa ane belum jelas, kesulitan makin tinggi pula karena status ane tenaga pendidik, susah banget membaur dengan lingkungan, walaupun postur tubuh gue sama wajah masih childist tapi itu semua susah banget. Tak seperti dulu kuliah celana copang camping bekas robekan gua mudahnya membaur dengan lingkungan di Putat Jaya. Ditambah lagi Image gua ngikut ormas keagamaan di Kertosono, lo taukan Ormas agama apa yang pusatnya di Kertosono?, Gua juga harus jaga sikap untuk tidak terlalu berlebihan dalam mencari informasi.

Sebenernya gua gak mau ngurusin hidup pribadi orang sih, Yang gua urus sifat jamak yang terjadi dikalangan pelajar. Gua harus ngambil benang merah kenapa degradasi moral terjadi. So guys buku yang pengen buat nanti bermanfaat terutama untuk orang tua, bagaiaman anak - anak terjerumus kedalam degradasi moral.

#IamSad
Kamis, 13 Desember 2018
ilham abi manyu. Diberdayakan oleh Blogger.

- Copyright © ilhamabi.com -