Tampilkan postingan dengan label Potongan Hidup. Tampilkan semua postingan

Perjalanan Kerja di Lombok

     

Pantai Gading Anugrah Lombok
Hari ini 21 September 2020 di tulis di salah satu kantor rekanan kerja, Rayya Konsultan yang memang menjadikan Globaleksplorasi.com sebagai team mereka, di mana aku sebagai Mapping portofolio di lapangan tugasnyasih menurutku gampang. Tugasnya mengambil gambar menggunakan drone dan video darat menggunakan kamera DSLR.

Hmmm aku bingung mau cerita dari mana tentang pekerjaanku ini heheheh 😂

Initinya dari pekerjaan ini adalah sebuah perjalanan bisnis yang memang sengaja dirintis, awal dari beridirinya usaha konsultan pemetaan ini mulai tahun 2016 di mana di rintis oleh Mas Rizky mahasiswa ITS. Aku di ajak pada akhir tahun 2019 kalau gak salah bulan 10 tahun 2019, ia mas Rizky ini order website dan aku tawarkan digital marketing sekalian.

Setelah itu, makin banyaknya  permintaan dinas dan swasta untuk konsultan pemetaan akhirnya bulan Juni 2020 aku di tarik jadi team, awalnya sih aku remote dari rumah karena memang aku sendiri ada bisnis yang aku kerjakan di rumah (Alhamdulillah sekarang sudah bisa otomatis berjalan), di rumah hanya mengerjakan ArcGIS dan AutoCAD 


Singkat cerita di Lombok ini proyeknya sampai 2021, pekerjaan ini yang pertama adalah Inspeksi bendungan Mamak, bendungan Oi Toi, Bendungan Labangka, dan yang dua aku lupa, total ada 5 bendungan yang harus di inspeksi. Sedangkan proyek yang kedua adalah proses pemetaan Pipa PDAM yang akan di Sambungkan ke Gili Trawangan.

Suka?, Sukanya sih disini bebas wisata, karena kami team GlobalEksplorasi bebas mendapatkan akses ke wisata yang kita kerjakan, selain itu disini menambah relasi bisnis yang ada, lumayan lah bisa buat tambahan rekanan bisnis disini. Selain itu nambah portofolio, karena kenapa disini kami melakukan pemetaan bendungan. Dimana pemetaan bendungan merupakan tingkatan pemetaan paling tinggi dalam ilmu Topografi karena memang resiko paling besar.


Duka?, Dukanya gak ada persiapan perjalan kapal laut sehingga di kapal hanya bisa makan seadanya, gak ada uang cash ketika dikapal memperparah perjalanan, ketemu banyak hewan anjing yah di lombok banyak sekali anjing liar yang di biarkan berkeliaran dijalan.


udah, saya gak tau mau nulis apa lagi, hehehehe yah lumayanlah team digital marketing bisa liburan sebentar ke Lombok, 😀


Minggu, 20 September 2020

Sharing Untuk yang Ingin Buka Usaha Sablon

Sharing Manajemen Untuk yang Ingin Buka Usaha Sablon  - Sudah lama gak update tentang blog, karena memang sejak tahun 2019 kemaren sempat berada di roda kehidupan bawah, usaha yang aku lakukan sangat kacau karena banyaknya SDM yang kacau balau. Mulai di tinggal karyawan karena memilih pekerjaan lainnya, punya karyawan yang tidak tahu job desknya, hingga intimidasi terhadap saya dan crew, di intimidasi karena sebelumnya kami berapa di lingkungan yang serba eksklusif. Kami berusaha keluar karena ada penyimpangan Aqidah di lingkungan tersebut.

Singkat cerita peristiwa tahun 2018 memutuskan untuk pindah rumah produksi konveksi yang dulunya ada di Perumahan Kaplingan Kertosono, kini aku pribadi kembali lagi ke rumah di Desa Tembarak. Devote Garment yang aku rintis sejak tahun 2014 harus jatuh bangun. Mulai bulan 11 2018 awal dimana tenaga banyak sekali terforsir karena semua serba sendiri. Mulai dari bertemu dengan client, jahit, potong, Sablon, hingga finishing. huah capek banget rasanya.

Salah satu pekerjaan digital marketing kala itu juga terjatuh, sempat aku terima ratusan komplain hingga tak tenang waktu istirahatku, ratusan massenger whatssapp Instgram isinya komplain semua karena keterlambatan pekerjaan, Kacau karena ketika itu aku diserang rasa hancurnya hati tentang wanita :(
Hingga kisaran 2 bulan lamanya baru aku benahi satu - satu client yang komplain, karena ketika itu aku marketing terbesar di industri label pakaian. Hingga pada bulan 10 tahun 2019 aku benar - benar takut untuk memulai lagi, 1 bulan penuh aku istirahat dari dunia label baju, bener aku benar - benar berhenti kala itu, sampai kabar ke pemilik perusahaan bahwasanya ada marketing yang berhenti karena masalah manajamen, terus setelah itu kehadiranku baru ketahuan bahwasanya otak dibalik digital marketing team. Akhirnya aku dihubungi langsung dan dirapatkan Bulan 11 minggu awal aku mendapatkan kabar bahwasanya aku ditarik langsung ke tim marketing dan diberi kesempatan untuk membangun manajemen pemasaran baru. Alhamdullilah :)


kembali ke usaha sablon, sempat suatu malam di buru dengan deadline yang aku serba sendiri, mengantarkan barang ke penjahit. sepanjang perjalanan aku menangis setengah putus asa, bulan ke bulan kejadian makin memburuk, takdir Tuhan agar aku makin tegar. Stop peristiwa ini tak kuat hati aku tulis, skip ajah yakk...

Desember 2019 aku mulai menemui tititk terang, aku bertemu kembali dengan teman - temanku kuliah dulu, sedikit demi sedikit antusias dengan apa yang aku sodorkan ke mereka terlepas nominal hasilnya berapa. Semoga Tuhan menolongku melalui mereka.

Januari 2020 aku mulai  melepas beban satu persatu, ruang produksi yang dulu hanya aku sendiri isinya kini ada beberapa orang yang mulai  mengisi mulai dari jahit hingga sablon, alhamdullilah hingga corona menyerang :( cobaan melanda.

Semua pekerjaan dihentikan karena banyak konsumen yang membatalkan orderan, hingga kami harus banting stir membuat baju Hazmat APD untuk corona, titik terang ada karena aku dihubungi oleh Asisten pribadi Bupati Nganjuk dan diajak kerja sama, alhamdullilah 6 orang anggota kami bisa menyambung hidup, hingga saat ini sedikit demi sedikit membangun tempat untuk kami produksi.

Percayalah pada dirimu sendiri, akan ada titik dimana kamu berada di posisi terjatuh. :(
Sekarang kami ber enam sudah mulai melakukan job masing di konveksi dan sablon, aku akan tinggalkan konveksi ini jika sudah berjalan dengan system yang telah dibuat, aku percaya team ini akan besar :) mendapatkan kepuasan batin dapat membantu mereka.

Hingga postingan ini aku tulis Alhamdulillah masih diberi kesempatan Tuhan untuk terus melanjutkan roda kehidupan konveksi, memperbaiki sedikit demi sedikit untuk terus berkembang.

Sabtu, 04 Juli 2020

Setelah aku keluar dan bekas perjalanan di lingkungan lama.


Cerita ini ditulis di awal pagi ketika wabah covid-19 menyerang Indonesia, serasa capek karena habis bekerja di usaha rintisan. tidur larut pagi karena pada masa ini usaha memasuki tahap level manajemen. bagaimana cara mengatur manajemen yang baik dan efisien.

Ouh ia, tujuan kali ini ane cuma sekedar share tentang kehidupan belakangan ini yang ane alami. buntut panajang dari cerita "keluar dari lingkungan yang membahayakan". Yang ane maksud sebenernya adalah ane keluar dari lingkungan organisasi islam jamaah atau LDII. Ane keluar karena mulai banyak yang gak beres. Mulai dari system aqidahnya dan cara ngajinya yang eksklusif dan akhirnya yang terakhir adalah kasus keluar temen - temen ane generus Ulama dari LDII yang berbuntut panjang sampai saat ini. Aku sendiripun mulai di kucilkan dari lingkungan tersebut. tak hanya itu restu dari orang tua wanitaku (sekarang jadi istri orang lain) tak kunjung aku kantongi, bahkan kasus berlanjut ulama JOKAM yang bertujuan meluruskan aqidah Khawarij ini mulai di intimidasi ancaman banyak berlangsung bahkan sempat ada pesan berantai yang menghalakan darah orang - orang yang keluar dari LDII. 17 Desember 2019 aku resmi keluar dari semua grub muda - mudi dan kelompok pengajian tersebut.

Sekarang mulai merekondisikan lingkungan baru untuk kehidupan yang terus berlangsung.

Minggu, 22 Maret 2020
ilham abi manyu. Diberdayakan oleh Blogger.

- Copyright © ilhamabi.com -